HMSTimes - What Happened Today? Aksi Lanjutan Menolak Kenaikan TDL Batam | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Aksi Lanjutan Menolak Kenaikan TDL Batam

Aksi Lanjutan Menolak Kenaikan TDL Batam

 

HMSTimes.com,Batam- Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) Batam yang telah dinaikan Bright / PLN Batam berdasarkan Pergub Kepri  no 21-22 tahun 2017, yang dirasakan sangat berdampak pada perekonomian masyarakat Batam. kenaikan ini mulai dirasakan masyarakat disaat mereka membayar listrik kemudian harga sembako mulai merangkak naik.

Hari ini senin 17/4/2017 masyarakat Batam melakukan unjuk rasa mendesak pemerintah provinsi Kepri untuk mencabut Pergub Kepri  no 21-22 tahun 2017 yang telah diterapkan oleh PLN. Unjuk rasa ini dilakukan oleh aliansi masyarakat peduli listrik (AMPLI). AMPLI ini merupakan gabungan beberapa lapisan masyarakat mulai dari ORMAS, Mahasiswa, Buruh, dan komunitas-komunitas yang prihatin dengan kenaikan TDL ini.

Aksi ini dimulai dari simpang Base Camp dengan massa berasal dari Masyarakat Sagulung (SMS), Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), Mahasiswa/i dari Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA), Masyarakat sekupang, Masyarakat Batu Aji, dll, dan bergabung  dengan massa  dari Mahasiswa/i Ibnu sina, Universitas Batam, Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) masyarakat Batu Ampar, Bengkong, Sungai Panas, Tiban, jodoh, Nagoya, Nongsa, Punggur, Taman Raya, Mediterania, Legenda, dll yang sudah kumpul dan stand by di Simpang Kabil dan Tumenggung Abdul Jamal untuk bersama-sama menuju Batam Center.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan AMPLI ini merupakan aksi unjuk rasa yang ketiga kalinya untuk mendesak Gubernur Kepri Nurdin Basirun dalam mengkaji ulang keputusannya serta menuntut untuk mencabut Pergub Kepri  no 21-22 tahun 2017 tentang kenaikan TDL Batam.

Massa yang sudah berkumpul di depan Pemko Batam sekitar pukul 10:40 wib  ditemui oleh wali kota Batam M.Rudi, SE, dalam pernyataan kepada pengunjuk rasa yaitu  ” Bahwasanya Wali kota Batam tidak setuju dengan kenaikan TDL Batam ” dan juga Wali Kota Batam telah menyurati PLN untuk menjelaskan tentang kenaikan ini, dan sampai saat ini PLN belum juga datang, jika PLN tidak datang, saya punya cara sendiri untuk menindaknya, tutur Rudi.

Lanjut Rudi lagi,” saya saja tidak sepaham dan menolak tentang kenaikan ini, biar saya selesaikan dan akan saya  sampaikan kepada masyarakat melalui media masa,”. Dia mengatakan bahwasanya Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat ini berada dikantor Pemko Batam sedang membahas sesuatu dengan Kejaksaan Agung dan selesai pukul 12:15 wib, jadi dia berharap supaya pengunjuk rasa bisa istrahat untuk menunggu  Gubernur Kepri Nurdin Basirun selesai dengan Kejaksaan Agung, dan moga-moga bisa menemui Penngunjuk rasa.

A.Zagoto/Willy Lubis

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: