HMSTimes - What Happened Today? Ada Apa Dengan M.Rusdi ?? Selaku Ketua Komisi 1"Terkait SPPD Fiktif | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Ada Apa Dengan M.Rusdi ?? Selaku Ketua Komisi 1″Terkait SPPD Fiktif

Ada Apa Dengan M.Rusdi ?? Selaku Ketua Komisi 1″Terkait SPPD Fiktif

HMSTimes.com, Babel – Sidang lanjutan penyalahgunaan perkara korupsi, surat perintah perjalanan dinas (SPPD)fiktif anggota DPRD kota Pangkalpinang yang di gelar pengadilan negeri tipikor kelas 1B Ruang Garuda Kota Pangkalpinang hari kamis tgl.25/01/2018 dengan agenda mendengar keterangan terdakwa Budik Wahyudi selaku bendahara DPRD Kota Pangkalpinang terkait soal pencairan dana SPPD 13 anggota dewan.
Kali ini dalam persidangan majelis hakim yang diketuai Sri Endang, menayakan kepada terdakwa bagaimana sih proses pencairan dana tersebut.Budik pun menjelaskan bahwa proses pencairan dana melalui proses yang pertama”melalui PPK setelah berkas lengkap selanjutnya masuk ke PPTK begitu juga apabila proses lengkap kemudian masuk ke pengguna anggaran untuk di cek apakah berkas benar-benar sudah lengkap setelah berkas lengkap barulah ke bendahara untuk proses pencarian selanjutnya penerima pencairan”Ungkap mudik kepada majelis hakim.
Setelah proses lengkap untuk persiapan SP2 pangganti uang yang telah dibayarkan, kemudian setelah proses lengkap kita tunggu berkas dari komisi 1 & 2 proses selanjutnya PPK memerintah kan saya membuat APP setelah di buat spp di serahkan kepengguna anggaran,untuk di cek selanjutnya menggunakan anggaran memerintah kan membuat SPN(surat perintah membayar)kemudian berkas sudah lengkap dari komisi-komisi.kemuduian diajukan ke DPPKAD setelah lengkap dari DPPKAD lalu menerbitkan SP2D di proses ke bank sumsel babel kemudian di transfer ke rekening bendahara setelah masuk baru saya cairkan.
Diantara anggota dewan yang menerima pencairan siapa anggota dewan yang pertama saudara antarkan,ngak ada bu hakim jadi mereka yang ambil sendiri ke 13 anggota dewan tersebut.pertanyaan selanjutnya apakah anda masih ingat nama-nama anggota dewan yang menerima uang tersebut ingat bu,cuba anda sebutkan; Sadiri,Michael Pratama ,Ahmad Subari,Jainuri,Marsahbana, Jubaida, Murti beritanya dll bu”jawab Budik
Apakah saudara ingat total seluruh uang yang anda cairkan sesuai dakwaan saudara, ingat sekitar Rp.158,285,157 bu’saat kamu mencairkan uang tersebut, apakah mereka ngak malu ditanya hakim Budik pun menjawab ya itu urusan pribadi mereka lah saya ngak tahu menahu, malu atau tidaknya mereka jawab Budik. udah tahu mereka tidak menghadiri SPPD tsb masih aja mau mengambil uang itu, emang ya ngak ada malunya anggota dewan itu pakai uang negara lagi”Cetusnya dengan nada sedikit geli atas kelakuan para anggota dewan yang terhormat.
“Dalam pengakuan budik sebenarnya saya menolak dengan alasan mereka tidak hadir dalam pertemuan tersebut,hakim majelis pun berkata kan banyak juga yang tidak hadir. awalnya saya tidak mau bu hakim, untuk mempertanggung jawabkan berkas komisi 1 tapi atas perintah ketua komisi tidak mau membatalkan berkas yang telah masuk. seiring proses persidangan saudara Budik sangat menyesalkan kepada atasannya pengguna anggaran, Latif Pribadi yang tidak mau memproses masalah ini, seolah-olah dia ngak mau tahu ya udah kamu urus sendirilah jawab Latif.
Dan budik pun menjelas kan bendahara tidak punya kewenangan untuk pencairan dana para anggota dewan tersebut,saya ini cuma bendahara saya punya atasan secara kolektif ada PPK,PPTK dan Latif Pribadi sebagai pengguna anggaran’ merekalah yang punya kewenangan dan membuat keputusandengan sedikit terbawa emosi meski saya sudah terdakwa terang budi kepada majelis hakim.
Ya udah kamu ngak usah marah-marah ke hakim,seharusnya kamu marah kepada para anggota dewan itu bukannya ke kami toh kami juga tak marah kok kasih pertanyaan ke kamu tengas”hakim.saya ngak takut kok bu jawab budi, kamu kemarin kesaksian mereka di persidangan saya tanya apakah keterangan saksi benar kamu jawab benar kok.
“Apakah tidak ada upaya untuk memperbaiki pengguna anggaran menyikapi masalah ini,tidak ada sasekali bu cetus”budik mungkin merasa dirinya cuma tumbal yang menimpa dirinya.Ya udah kamu biasa aja setidaknya kamu sudah tenang sudah menjalani persidangan ini,di luar sana masih dek-dekan kan belum selesai masalah ini bisa juga mereka sama seperti dirimu sebagai terdakwa disini.

Jaksa penuntut umum pun bertanya kepada budik,saudara kan kan tau bahwa komisi 1 kan tidak ada seorang pun anggota  dewan yang hadir kenapa pada saat itu kenapa anda cairkan uang tsb.sebenarnya saya tidak mau mencairkan dana tersebut pak,ketika saya mau mencabut berkas  saya tau mereka tidak hadir karena ketua komisi 1 tidak mau berkas itu ditarik dia marah – marah kepada saya.siapa ketua komisi tanya jaksa’Muhamad Rusdi jawab budik apa alasan nya dia tidak mau,pasti ada sebabnya anggota dewan yang bisa menarik berkas itu apa alasan nya kok bisa menarik berkas tanya jaksa,saya tidak tau karna antara Andi dan peki ada berkomunikasi  pada waktu itu’berkasnya ditarik dimana  tanya jpu ke budik dikantor dprd ,apa upaya saudara ketika ad anggota dewan mencabut berkas  waktu mencabut berkas saya tidak mengetahuinya.kira- kira kapan berkas itu di cabut waktu setelah masuk  berkas komisi 2 masuk ke kita terang terdakwa,saudara tau ketika semua berkas masuk mau di ajukan di buat SPM(surat perintah membayar)ad orang menarik berkas”kenapa yang lain nya tidak bisa disamakan saya tidak tau jawab budik.padahal tanggal 8,9,10 dan seterusnya,itu udah terus dipanggil kejaksaan tapi masih juga di proses sudah tau ini peyakitnya tapi tetap juga di proses terus ya ini yang disesalkan terang”Samhori selaku JPU.

Menyikapi selama persidangan terkait sppd fiktif ini semua nya sudah terang benderang apakah ad tersangka baru dengan kasus ini apakah akan ada tersangka baru.Dalam persidangan Budik pun mengakui kesalahan yang ia perbuat dan sangat menyesal atas perkara yg menimpa dirinya,dan hakim pun berkata kepada budik banyak berdoa aja kamu mudah-mudahan dalam tuntunan nanti ada keringanan”Ucap Sri Endang. Sidang pun ditutup pekan depan dengan agenda tuntutan terhadap terdakwa yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum
Jm
Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: