HMSTimes - What Happened Today? 5 Kapal Nelayan Tanpa Dokumen Diamankan Petugas SDKP Kayong Utara | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > 5 Kapal Nelayan Tanpa Dokumen Diamankan Petugas SDKP Kayong Utara

5 Kapal Nelayan Tanpa Dokumen Diamankan Petugas SDKP Kayong Utara

HMSTimes.com, Kayong Utara, Teluk Batang  –  Satuan unit pelaksana teknis stasiun pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP) Kayong Utara berhasil mengamankan lima (5) unit kapal nelayan tanpa dilengkapi dokumen dan 38 orang ABK serta sejumlah barang bukti, Senin 26 November 2018.

Ke- 5 buah Kapal yang diduga melakukan pencurian ikan di sekitar perairan laut Selat Karimata dengan mengunakan alat tangkap Muroami.

Menurut Kordinator Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kayong Utara, Bonis AndreI,ts, menyebutkan saat di temukan kapal nelayan tersebut sedang melakukan penagkapan ikan dan setelah dilakukan pemeriksaan, Kapal mereka tanpa dilengkapi dokumen.

” Sekitar jam 5 sore, saat kami sedang melakukan patroli dilaut, didapati 4 kapal yang sedang menarik jaring, setelah kita periksa tidak bisa menunjukkan dokumen Andon  (yang merupakan dokumen ijin wilayah di Kalimantan Barat), mereka hanya ada miliki sipi dari Tanjung Pinang. Karena tidak ada dokumen yang lengkap maka diputuskan kapal-kapal tersebut kita bawa ke Teluk Batang,”papar Andrel.

Disebutkan Andrel bahwa selain 4 kapal dari Tanjung Pinang, pihaknya juga mengamankan 1 kapal dari Belitung.

Kelima kapal tersebut diantaranya KM Indo Pari – 4, KM Indo King Jaya – 8, KM Berlian Jaya, KM Indo King Jaya Xl, dan KM Ganas.

“Untuk lebih lanjutnya, Kelima (5) kapal tersebut dan 38 orang ABK Kapal akan di bawa ke pelabuhan perikanan pantai Teluk Batang untuk dilakukan pemeriksaan,” sebut kordinator (SDKP) Kayong Utara Bonis AndreI,ts saat di temui diruang kerjanya di Jln.Perikanan Pantai Pelabuhan Teluk Batang.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka yang melanggar hukum, Andrel menyebutkan para ABK beserta barang bukti kini diamankan di Pelabuhan Perikanan Teluk Batang, guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

” Empat kapal dari Tanjung Pinang  menyalahi batas wilayah penangkapan, satu kapal dari Belitung. Selain menyalahi batas wilayah juga menyalahi alat tangkap( Menggunakan Muroami),” tutur Andrel.

Andrel juga menerangkan bahwa sebelumnya telah mendapat laporan dari masyarakat, bahwa ada nelayan yang menggunakan alat tangkap Muroami.

” Sebelumnya kita sudah ada laporan warga Betok Karimata bahwa ada nelayan  menggunakan alat tangkap Muroami, setelah di periksa ternyata benar dan kapal tersebut kami bawa ke Teluk Batang untuk di lakukan peyelidikan lebih lanjut,” terang Andrel. (A.M/Win)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: