You are here
Home > HMSNews > Petani Menjerit Akibat Irigasi Longsor, Pemerintah Belum Bertindak

Petani Menjerit Akibat Irigasi Longsor, Pemerintah Belum Bertindak

HMSTimes.com, Simalungun- Aliran sungai Bah Jambi 2, yang merupakan saluran irigasi untuk pengairan di sawah warga, jebol dan longsor para petani mengeluh, karena sampai sekarang belum ada solusi dari pemerintah.

Kepala Desa (Kades), Bah jambi 2,  menanggapi hal tersebut, bahwa sudah dilakukan musyawarah khusus 4 nagori membahas irigasi yang longsor akibat banjir bandang. Anggota dewan dan PSDA pun sudah turun survey lokasi. Dinas PSDA sudah membuat gambar ternyata harus memakan tanah warga.di antaranya ada 2 warga yaitu marga Lubis dan Tampubolon tidak setuju kalau tanahya dibangun untuk irigasi. kita membuat permohonan ke dinas bencana alam dan PSDA kita tunggu aja. ujar Kades Saragih

Ditempat terpisah saat di konfirmasi kepada petani terkait hal longsor tersebut, Para Petani  mengaku,” akibat irigasi longsor kami petani mengalami gagal panen “, masalahnya air dari bendungan tidak dijalankan oleh dinas pengairan. ujar Sianipar

Pada era tahun 1990-an Nagori Bah Jambi 2 merupakan Nagori lumbung padi, tapi sekarang tidak lagi, para petani menjerit. Pemerintah Simalungun kayaknya tidak peduli dengan nasib para petani.kesal Sianipar

Sampai berita diturunkan belum berhasil dikonfirmasi dinas terkait.

Ricardo.L

 

Tinggalkan Balasan

Top
%d blogger menyukai ini: