HMSTimes - What Happened Today? Urai Damahnita : Penyakit Stunting Sangat Merugikan Generasi Bangsa | HMSTIMES
You are here
Home > HMSHealth > Berita Sehat > Urai Damahnita : Penyakit Stunting Sangat Merugikan Generasi Bangsa

Urai Damahnita : Penyakit Stunting Sangat Merugikan Generasi Bangsa

Urai Damahnita, Sekretaris Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Natuna

HMSTimes.com, Natuna РSudah menjadi kebijakan pemerintah daerah untuk menanggulangi stunting (gangguan pertumbuhan pada anak), kami tidak ingin ada lagi stunting di Kabupaten  Natuna. Dibuat bertahap, karena pekerjaan ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Peran serta semua unsur diharapkan mampu memutus mata rantai stunting dan membawa kemajuan pada daerah, dari generasi-generasi yang sehat dan kuat.

Sekretaris Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Natuna, Urai Damahnita mengatakan, penyakit stunting sangat merugikan pada generasi-generasi penerus bangsa, ini dikarenakan para penerus bangsa tidak tumbuh secara optimal. Tentunya ini berpengaruh kepada kesempatan-kesempatan karir seperti masuk ke TNI-Polri, begitu juga kesempatan kerja yang lain yang membutuhkan penampilan fisik dan tinggi yang baik. Kesempatan untuk meraih cita- cita menjadi hilang dan tidak terwujud.

“Stunting ini perlu perhatian khusus, berpengaruh pada masa depan anak, kesempatan dalam berkarir dan bekerja menjadi pupus. Jadi masyarakat harus tahu, pentingnya memutus mata rantai stunting ini,” kata Urai Damahnita, saat dijumpai di ruangan kerjanya, Senin 11 Februari 2019.

Damahnita juga menjelaskan, Stunting adalah keadaan tubuh yang sangat pendek, dilihat dengan standar baku WHO- MGRS (Multicentre Growth Reference Study), atau dengan kata lain, stunting adalah masalah kurang gizi kronis, disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih pendek (kerdil) dari standar usianya.

Penyebab stunting yakni, kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, kurangnya akses ke makanan bergizi, hal ini dikarenakan makanan bergizi di Indonesia mahal. Selain itu, terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan kesehatan untuk ibu pada masa kehamilan dan pembelajaran dini yang berkualitas, serta kurangnya akses air bersih dan sanitasi.

“Kalau seorang bayi dilahirkan kurang dari 52 cm, bayi ini akan susah jenjangnya untuk tumbuh tinggi. Dari lahirnya, bisa ketahuan apakah mengidap stunting atau tidak”.

Lanjutnya, Kebijakan pemerintah pusat untuk penanggulangan stunting di seluruh pelosok nusantara adalah, dengan memutus mata rantainya, karena kalau tidak diputus mata rantainya, stunting ini bisa beregenerasi. Urai Damahnita memberikan contoh, saat ini seorang remaja sudah mengalami stunting, remaja ini sudah harus di intervensi untuk memutus stuntingnya, jangan sampai anak dan cucunya juga terkena stunting. Jadi semacam gen yang diturunkan secara terus menerus pada keluarga.

“Intervensi melalui ibu hamil masih tetap gencar kami lakukan. Selain itu, remaja juga kami intervensi, sehingga 20 tahun kedepan, anak-anaknya sudah tumbuh secara optimal, otomatis kecerdasan anaknya juga bertambah cerdas dengan asupan gizi yang baik. Anak-anak ini lah yang akan membangun daerahnya kedepan,” katanya lagi.

Sebelum masa menjelang pernikahan, remaja ini sudah diintervensi untuk memperhatikan asupan gizinya. Sekarang ini, action dari Kementerian Kesehatan adalah memberikan tablet penambah darah sekali seminggu, khusus ke sekolah-sekolah menengah atas untuk menjaga anak-anak remaja kekurangan zat besi.

Selain kurangnya gizi, faktor kebersihan juga sangat mempengaruhi faktor terjadinya stunting. Walaupun stunting bukan penyakit menular, tapi kurangnya kebersihan membawa berbagai macam wabah yang mengancam keseimbangan pertumbuhan anak, walaupun demikian, ini tidak menjadi pemutus mata rantai stunting.”Jelasnya.

(Abdullah Lubis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: