HMSTimes - What Happened Today? "Happy Dream, Perusahaan Kesehatan (Alternatif) Dari Korea Selatan Ambil Peran Dalam Kesehatan Masyarakat Pontianak." | HMSTIMES
You are here
Home > HMSHealth > Berita Sehat > “Happy Dream, Perusahaan Kesehatan (Alternatif) Dari Korea Selatan Ambil Peran Dalam Kesehatan Masyarakat Pontianak.”

“Happy Dream, Perusahaan Kesehatan (Alternatif) Dari Korea Selatan Ambil Peran Dalam Kesehatan Masyarakat Pontianak.”

HMSTimes.com, Pontianak- Salah satu Perusahaan Kesehatan dari Korea Selatan, “Happy Dream” yang hadir ditengah tengah masyarakat Pontianak sudah berjalan cukup lama. Dari perjalanannya, tidak sedikit tantangan yang dihadapi oleh perusahaan tersebut. Mulai dari pengurusan ijin usaha dan operasional hingga pelatihan para staff pengajar atau pelatih (guru-red) agar memahami sistem dan teknik melayani pasien serta penggunaan alat-alat kesehatan yang disediakan. Matrass (kasur) yang terbuat dari Batu Germanium, merupakan satu diantara alat andalan Happy Dream yang diperuntukkan bagi masyarakat dalam membantu menjaga kesehatan.

Derwin Aritonang, salah satu warga Pontianak kepada awak media menyampaikan manfaat terapi kesehatan ala Happy dream yang dia akui sudah dijalaninya selama 3 tahun.

“Saya sudah mengikuti terapi kesehatan ini selama 3 tahun lebih. Dan Puji Tuhan banyak hal positif yang saya dapatkan dari Happy Dream, termasuk karena Happy Dream juga saya sampai sekarang masih dapat mengendarai sepeda motor dengan lancar walau usia saya sudah mencapai 67 tahun.”, ungkap Derwin Aritonang, salah satu pelanggan tetap Happy Dream.

‌Memasuki usia nya yang ke-8, Happy Dream telah memiliki 3 cabang yang tersebar di Pontianak dan di Singkawang.

Salah satu cabang Happy Dream yang sudah beroperasi selama 2 tahun di  jalan Gajahmada, Gang Gajahmada 5, RT 1/RW 7, Kec. Pontianak Selatan, hingga saat ini masih ada oknum warga sekitar Happy Dream merasa keberatan dengan keberadaan  terapi kesehatan asal negeri ginseng tersebut.

Staff pengajar (guru) Happy Dream Pontianak.

Ketika HMSTimes.com melakukan investigasi guna mengorek informasi terkait alasan oknum yang keberatan dengan keberadaan Happy Dream tersebut, bahwa keberataan oknum warga tersebut dikarenakan merasa terganggu dengan musik dari Happy Dream yang merupakan bagian dari metode terapi di klinik terapi sehat tersebut.

“Hampir segala cara dilakukan oleh keluarga tersebut untuk dapat mengusir Happy Dream dari gang ini.”, tandas salah satu pengurus Happy Dream yang tidak mau disebutkan namanya.

. “Padahal sewaktu Happy Dream meminta ijin lingkungan tetangga agar dapat menjalankan kegiatan nya di gang ini, sekitar 2 tahun lalu, mereka sekeluarga juga yang ikut memberikan dukungan tanda tangan.”, lanjut nya.

Masalah ini pernah dilaporkan ke pihak kelurahan pada bulan Juni lalu oleh oknum warga tersebut, yang akhirnya dibawa dalam forum untuk duduk bersama mencarikan solusi, yang melibatkan pihak kelurahan dan kecamatan dan menghasilkan kesepakatan, bahwa masing-masing pihak saling memperbaiki dan mempertahankan ketenangan dan keamanan lingkungan. Dan terkhusus bagi Happy Dream diharapkan melakukan beberapa perbaikan, terutama dalam hal pengaturan speaker (pengeras suara) agar tidak menggangu kegiatan sekitar.

“Selaku Ketua RT di gang ini, saya sangat menyayangkan persoalan ini bisa terjadi.”, kata Edy. “Saya berharap semua pihak menghormati hak masing masing dan hasil atau kesepakatan pertemuan dengan kelurahan dan camat.”, lanjutnya.

Ditempat terpisah, nada serupa disampaikan oleh Atalia Omri, Camat Pontianak Selatan. “Diharapkan agar apa yang menjadi kesepakatan dihadapan kelurahan selaku pemangku jabatan diwilayahnya sama sama menjaga. Khusus nya bagi Happy Dream agar lebih memperhatikan ketertiban pasien yang datang. Dan bagi warga yang ada disekitar juga wajib secara bersama sama membantu terciptanya ketertiban dan ketenangan sekitar.”, tegasnya.

Ketika ditanya mengenai tanggapan camat terkait statement atau kalimat yang di unggah oleh Mawar di Facebook nya, camat meminta agar “statement” yang pernah diunggah oleh anak dari pelapor yang dianggap kurang pantas untuk dikonsumsi publik di Facebooknya segera dihentikan, sebelum ada pihak yang merasa dirugikan dan dapat berdampak kurang bagus kedepannya.

Hingga berita ini di terbitkan, masing-masing pihak sudah berjalan seperti biasanya dan kembali harmonis.

(Asido Jamot Tua)

Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: