HMSTimes - What Happened Today? Sepenggal Cerita Mang Gino Sipenjual Batagor | HMSTIMES
You are here
Home > HMSFood > Sepenggal Cerita Mang Gino Sipenjual Batagor

Sepenggal Cerita Mang Gino Sipenjual Batagor

HMSTimes.com, Natuna – Batagor  merupakan jajanan khas kota Bandung, yang sudah tidak asing ditelinga kita.  Mang Gino, salah satu penjual Batagor yang berasal dari kota Bandung. Dia hijrah dari kota bandung ke Kabupaten Natuna pada tahun 1995. Bermula sesampainya di Natuna bekerja kuli bangunan, ungkapnya, bercerita kepada HMSTimes.com, (15/1/2018), di warung miliknya yang beralamat di jalan Hr Soebrantas, Ranai.

Mang Gino kelahiran 1980 juga menguasai 2 bahasa, yaitu bahasa jawa dan bahasa sunda. Memiliki seorang anak, yang masih bersekolah SMP di kota asalnya. Pertama kali sampai di Natuna, tinggal di SP 1, Kecamatan Bunguran Tengah. fenomena hidup suka dan duka dijalani dengan ketabahan dan perjuangan keras, untuk bertahan hidup di tanah Rantau.

Seiring gelombang kehidupan, kini Mang Gino mencoba peruntungannya untuk merubah nasib, sebelumnya kuli bangunan kini mencoba berjualan kuliner, yaitu batagor. Dengan kemampuan yang dimiliki dalam mengolah adonan dan resep-resep yang dipahami, jajanan batagor yang dijualnya dapat diterima masyarakat tempatan dan pendatang yang menetap di Natuna.

“Alhamdulillah dari usaha kecil-kecilan yang saya tekuni ini sudah mulai menarik minat pembeli dari berbagai kalangan”, hasilnya buat menutupi kebutuhan sehari-hari dan ditabung sedikit-sediki untuk ngirim keluarga di Bandung, jelas mang Gino.

Mau coba mencari pekerjaan lain diperusahaan swasta, lowongan tenaga kerja di perusahaan sudah tidak ada. Dan perusahaan besar yang merekrut banyak tenaga kerja belum ada. Harus pandai-pandai mencari celah peluang bang, katanya.

Harga batagor yang dijual Mang Gino porsinya harga bervariasi Dan bagi pembeli anak-anak bisa membeli dengan porsi seharga Rp 5.000. Semua persiapan untuk jualan dilakukan sendiri.

Warung Batagor Mang Gino buka dari jam 09:00 WIB, sampai jam 21:00 WIB.

“Niat, semangat kemauan berusaha dan pantang menyerah adalah merupakan modal utama di rantau”. Tutupnya.

(Abdullah Lubis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: