HMSTimes - What Happened Today? BBPOM Kota Medan Sita 1,2 Ton Mie Berformalin | HMSTIMES
You are here
Home > HMSFood > BBPOM Kota Medan Sita 1,2 Ton Mie Berformalin

BBPOM Kota Medan Sita 1,2 Ton Mie Berformalin

HMSTimes.com, Simalungun- “Ada 1,2 ton atau 40 karung mie berformalin dan borak kami sita dari hasil operasi subuh di 7 lokasi yang ada di wilayah Kota Siantar ini”,

Hal ini diungkapkan Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Medan  Drs Julius Sakramento Tarigan APT didampingi Asisten 3 Pemko Siantar M Akhir Harahap, Kadis Kesehatan dr Ronald Saragih dan berapa kadis lainnya saat konfreensi pers dengan sejumlah wartawan di halaman Hotel Gandaula, Jalan Melanthon Siregar Rabu (2/8/2017) sore.

Dijelaskannya, ketujuh lokasi itu terdapat 6 lokasi di seputaran Pasar Dwikora Parluasan. Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara yakni, toko A jenis mie kuning seberat 75 kg, toko J jenis mie kuning seberat 20 kg, toko H jenis mie kuning 75 kg dan Mie Tiaw 45 kg, toko T jenis mie kuning 95 kg, ruko A jenis mie kuning 60 kg dan toko D jenis mie kuning 775 kg. Sedangkan 1 lokasi lagi di rumah tinggal milik Y di Jalan Mangga jenis mie kuning seberat 20 kg.

“Para pemilik toko dan rumah yang diamankan tersebut mengaku membeli mie kuning dan tiaw berformalin tersebut dari 10 perusahaan yang memproduksi. Akan tetapi kami belum bisa memberitahukan nama ke 10 perusahaan karena masih ditelusuri atau penyidikkan untuk mengungkap oknum aktor yang memproduksinya”,ujar Julius berdalih menolak.

Bila dari hasil penyelidikkan nantinya terbukti memproduksi mie berformalin, maka para pengecer dan aktor memproduksi itu akan diproses sesuai pasal 141 UU RI No 18 tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara denda Rp 4 miliar dan Pasal 8 ayat 1 huruf A UU RI No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara denda Rp 2 miliar.

Ketujuh pengecer itu mengaku mendistribusi mie berformalin tersebut sejak tahun 2016 dengan tidak hanya kepada para konsumen di pasar yang ada di Kota Siantar saja, tetapi didaerah lain.

Julius menegaskan, keberhasilan menyita mie berformalin itu atas kerjasama dengan pihak Pemko Siantar sebagai komitmen melindungi masyarakat dari produk makanan dan minuman bermasalah atau berisiko mengganggu kesehatan, ekonomi dan kesejahteraan.

Dimana resiko gangguan kesehatan dari makanan mie berformalin tersebut dalam jangka waktu 20 tahun mengakibatkan gangguan pencernaan, sistem saraf dan kangker. Untuk mengetahui mie berformalin dapat melihat dari tanda-tanda menimbulkan bau menyengat, kondisi kenyal dan awet atau segar bila sudah lebih dari satu hari.

“Keberhasilan mengungkap dan menyita mie berformalin itu atas kerjasama dengan pihak Pemko Siantar apalagi Kota Siantar salah satu pemasok makanan dan minuman dalam destinasi Wisata Danau Toba. Tidak ada lagi kata tunggu untuk adanya produksi makanan dan minuman yang mengandung formalin dan boraks. Jadi kami akan masih bekerja menelusuri oknum yang memproduksi mie berfomalin ini dan memproses sesuai prosedur hukum yang berlaku”,ujar Julius mengakhiri.

Ricardo.L

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: