HMSTimes - What Happened Today? Presiden Jokowi : Minta Penyederhanaan Sistem, izin-izin yang ruwet, Agar Semua Masyarakat Bisa Mengakses Perbankan | HMSTIMES
You are here
Home > HMSFinance > Finansial > Presiden Jokowi : Minta Penyederhanaan Sistem, izin-izin yang ruwet, Agar Semua Masyarakat Bisa Mengakses Perbankan

Presiden Jokowi : Minta Penyederhanaan Sistem, izin-izin yang ruwet, Agar Semua Masyarakat Bisa Mengakses Perbankan

HMSTimes.com, Jakarta – Menyikapi laju inklusi keuangan Nasional yang kurang sesuai harapan, Presiden Jokowi menyampaikan perlu adanya penyederhanaan sistem dan penyederhanaan izin-izin yang ruwet.

“Kalau dua hal itu belum bisa kita selesaikan, ya majunya akan tidak bisa secara sepesat yang kita inginkan,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai menerima kunjungan kehormatan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Inklusi Keuangan/United Nations Secretary General’s Special Advocate(UNSGSA) for Financial Inclusion, Ratu Maxima dari Belanda, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (13/2) pagi.

Presiden menegaskan, pemerintah kita ingin semua masyarakat bisa mengakses ke perbankan, bisa mengakses ke sektor keuangan yang ada secara sederhana dan cepat.

Lanjut Presiden Jokowi menjelaskan “Semuanya, semua masyarakat harus bisa masuk ke banking system, bisa masuk ke sistem keuangan kita sehingga akses untuk permodalan, akses untuk mendapatkan keuangan dari sana bisa didapatkan. Terutama yang mikro, yang kecil-kecil itu,”

Dalam kesempatan itu juga, Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan sejak kedatangan Ratu Maxima 18 bulan lalu Queen Maxima, pemerintah sudah menyiapkan untuk mengembangkan dengan cepat keuangan inklusi di Indonesia

Menko Perekonomian Darmin menyebutkan sejak 18 bulan yang lalu setelah kedatangan Queen Maxima, ada beberapa program yang telah di kembangkan oleh pemerintah, dimana sebelumnya masih tertinggal banyak dengan negara lain,  seperti program PKH (Program Keluarga Harapan) yang menyasar 6 juta keluarga, bantuan non tunai, program KUR, BPJS, yang semuanya menggunakan rekening.

Namun jika semuanya dikumpulkan selama 1.5 tahun terakhir ini, sudah mendorong terciptanya beberapa puluh juta rekening,” terang Darmin

Menurut Menko Perekonomian Darmin Nasution, saat ini ada 6 juta PKH, ada Rastra walaupun baru 1,2 juta. Untuk itu, Menko Perekonomian menambahkan bahwa pemerintah menargetkan tahun ini 10 juta.

“Jadi itu saja nanti sudah 16 juta, kemudian ada KUR 4 juta, sudah 20. Kemudian ada program untuk bantuan beasiswa dan sebagainya itu ada 18 juta, dan seterusnya. Sehingga tahun 2019 kita targetnya tingkat inclusiveness kita itu akan sama dengan negara-negara lain yang sudah selama ini sudah lebih maju dari kita, misalnya India dan beberapa negara yang lain,” papar Darmin.

Sumber : Setkab RI

Editor : A.Z

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: