HMSTimes - What Happened Today? Potret Batam, Pedagang Jodoh Menolak Diobrak-abrik Tim Terpadu Kota Batam | HMSTIMES
You are here
Home > HMSFinance > Ekonomi Bisnis > Potret Batam, Pedagang Jodoh Menolak Diobrak-abrik Tim Terpadu Kota Batam

Potret Batam, Pedagang Jodoh Menolak Diobrak-abrik Tim Terpadu Kota Batam

Pedagang pasar Jodoh, Batam gelar aksi unjuk rasa.

HMSTimes.com, Batam, Aksi unjuk rasa dilakukan oleh pedagang jodoh, Senin 24 September 2018 dari pukul 07.00 wib hingga pukul 10.00 wib.

Massa berdemo untuk dapat mempertahankan Pasar jodoh sebelum ada kejelasan dari Pemerintah Kota Batam.

Unjuk rasa massa pedagang Pasar jodoh dipimpin oleh Asosiasi Pedagang Kaki Lima – Batam (APKLI) ditambah dengan Ikatan Pemuda Karya Provinsi Kepulauan Riau (IPK).

Berdasarkan aturan yang dibuat oleh Pemerintah Kota Batam terkait Pasar induk Jodoh jelas sangat merugikan Para pedagang yang menggantungkan nasib dengan berjalan, ucap Andi Kusuma selaku ketua DPW IPK Provinsi Kepulauan Riau.

Seharusnya Pemko Batam dalam hal tersebut harus bisa memastikan kapan renovasi Pasar induk jodoh dimulai, kesal Andi Kusuma.

Berapa Lama pedagang semua harus menunggu pembangunan Pasar induk tersebut selesai sehingga semua pedagang akan kembali berjualan di Pasar tersebut, ucap Andi Kusuma.

Pemerintah Kota Batam jangan mau disalah fungsikan oleh Para pengusaha terkait, sehingga sampai memindahkan Para pedagang dari Pasar pemerintahan menjadi Pasar swasta, beber Andi Kusuma.

Pemerintah Kota Batam tolong berikan Kepastian dan jaminan kepada seluruh pedagang terkait semua keinginannya maka kami proses pemindahan Para pedagang akan lebih mudah, tutup Andi Kusuma.

Kekecewaan Para pedagang juga disampaikan langsung oleh Israel Ginting selaku ketua DPD APKLI Kota Batam menyatakan Pemerintah telah gagal menciptakan Pasar pemerintah untuk mendukung ekonomi kerakyatan khususnya Para pedagang.

Anggaran pembangunan Pasar induk jodoh tersebut berkisaran 490 juta rupiah dimasa pemerintahan Nyat Kadir sebagai Walikota dan Asman Abnur sebagai wakil walikota pada saat itu, kesal Israel Ginting.

Anggaran pembangunan Pasar induk cukup besar tetapi pemerintah gagal untuk menghadirkan Pasar pemerintah bagi Para pedagang. ini  ada indikasi korupsi, papar Israel Ginting.

Carut-marut pasar induk menjadi tanda ketidaksiapan Pemerintah Kota Batam untuk berlaku Adil dan bijaksana kepada masyarakat khususnya Para pedagang yang menggantungkan nasib disana, tutup Israel Ginting.

(JP)

Editor : A.Zagoto

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: