HMSTimes - What Happened Today? LPKNI Memberikan Pengawasan Terhadap Barang Yang Tidak Ada Izin Edarnya. | HMSTIMES
You are here
Home > HMSFinance > Ekonomi Bisnis > LPKNI Memberikan Pengawasan Terhadap Barang Yang Tidak Ada Izin Edarnya.

LPKNI Memberikan Pengawasan Terhadap Barang Yang Tidak Ada Izin Edarnya.

HMSTimes.com, BATAM- Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia (LPKNI) memberikan peringatan ke Toko Joni pedagang grosir yang berada di kawasan Ruko Hangkasturi Legenda Malaka Batam Centre, Jum’at (2/3/2018).

Pasalnya diduga dari Toko tersebut terdapat beberapa barang yang dijual tidak memiliki Nomor Izin Edar (NIE).

Iwan Fajar, Kepala Direktorat Pengawasan Obat dan Makanan mengatakan, kami dari Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia, yang ada di Kepulauan Riau, khususnya di Batam ini akan
melakukan pengawasan yang lebih serius untuk “Barang yang tidak terdapat izin edarnya”. Ujar Iwan.

Dari hasil pengawasan temuan Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia (LPKNI) Kepri tersebut. Terdapat lima barang yang ditemukan tidak memiliki izin edar yang dijual dari toko tersebut, seperti Vodka mcdonald, Sarden Permata A1, Prickly Heat (bedak ular), FORA (pengharum tubuh),serta Minyak Goreng Curah.

Dari kelima barang tersebut di duga tidak memiliki Nomor Izin Edar (NIE), BPOM, seperti salah satunya yaitu, Vodka mcdonald, yang tidak memiliki Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC).

Iwan juga mengatakan, kami akan memberikan peringatan atau penyuluhan sebanyak tiga kali, untuk menarik seluruh barang yang kita temuin, ataupun tidak boleh menjual barang tersebut lagi.

“Jika tidak diindahkan kita akan melanjutkan ke jalur hukum, kita juga bekerja sama dengan Polda terkait dan instansi Dinas Perdagangan BPOM”, Ujarnya.

Ia juga menghimbau agar masyarakat dapat lebih bijak dalam membeli barang baik obat maupun makanan, dengan cara menggunakan cek KLIK, (Kemasan Label Izin dan Kadaluarsa).

“Terkait peredaran barang, masyarakat di tuntut untuk menjadi konsumen cerdas dalam memilih barang dan makanan, dan masyarakat dalam memilih barang baik obat dan makanan harus memperhatikan KLIK”. Jelasnya.

Sementara saat dihubungi, Joni pemilik toko mengatakan, tidak tahu menau adanya larangan terhadap barang-barang yang dijualnya.

“Yang penting kita gak jual lagi, kalo mau tau lebih banyak, sama petugas yg tadi aja, kita ini cuma tau nya jualan, selebihnya kita ga mau bikin panjang”, ujar Joni Pemilik toko, Jum’at (2/3/2018).

yuyun

Editor A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: