HMSTimes - What Happened Today? Kelapa Salah Satu Komoditi Andalan Kayong Utara Namun Tidak Terkelola Dengan Baik | HMSTIMES
You are here
Home > HMSFinance > Kelapa Salah Satu Komoditi Andalan Kayong Utara Namun Tidak Terkelola Dengan Baik

Kelapa Salah Satu Komoditi Andalan Kayong Utara Namun Tidak Terkelola Dengan Baik

 

HMSTimes.com, Kayong Utara- Satu Kabupaten muda yang di mekarkan dari Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan barat sejak 10 tahun silam.

Di usia yang hampir  menginjak periode ke-3(tiga)  sejak pemekaran terus mengadakan penataan dan pembangunan, baik pembangunan fisik maupun non fisik.

Pembangunan dan pengembangan  ekonomi kerakyatan haruslah di galakan guna mempercepat kemajuan dalam pembangunan daerah. Kayong utara salah satu kabupaten di kalbar sebagai daerah penghasil kelapa yang cukup besar. Harga kelapa yang terus meningkat merupakan suatu keberkahan bagi petani kebun kelapa. Namun sayangnya produksi kelapa tidak terkelola. Para petani kelapa selama ini menjual hasil kebunnya ke Pontianak yang kelapa kelapa tersebut di keringkan lebih dahulu(kopra) baru di jual ke pengepul.

Belakangan ini permintaan kelapa cukup besar di tanah air sehingga hasil dari kebun masyarakat banyak yang di kirim ke luar kalimantan. Banyak pengepul yg membawa kelapa ke pulau jawa. Jailani salah satu pengepul yang ada di kecamatan Teluk batang mengutarakan,” saya biasa dalam satu bulan bisa mengirim kelapa bulat antara 40 – 50 ribu biji dengan tujuan Pontianak.”Harga satuan kelapa saya beli dari masyarakat berkisar Rp2200-2500/biji. Jailani juga mengaku bahwa akhir akhir ini para petani sudah jarang membikin kopra, lantaran menjual bulat lebih praktis, ketimbang kopra yg di hargai Rp8500.

Sepanjang dari kecamatan Simpang hilir hingga Teluk batang mungkin ada 30an pengepul yg bersaing untuk mendapatkan hasil panen masyarakat.

Selain itu karet di Kayong Utara juga cukup besar potensinya untuk di kembangkan di wilayah ini. Sayangnya belum ada koperasi yang mewadahi dari hasil kebun masyarakat. Awi salah satu petani kelapa menuturkan seandainya saja di Kayong ini bisa berdiri Pabrik pengolahan kelapa mungkin akan jauh lebih menguntungkan. Selain mempermudah penjualan akan membuka lapangan kerja baru pungkas Awi. Joni yg juga petani kelapa menambahkan sayang sekali sabut kelapa sisa pengupasan tidak di manfaatkan, dan hanya habis di bakar.

Bernard Nababan Kabid koperasi KKU saat di konfirmasi HMSTimes.com mengakui “selama ini kami belum ada pembinaan terhadap para petani kelapa maupun karet. Mengingat keuangan kas daerah juga belum memadai, masyarakat juga belum pernah mengajukan.Kami akan mencoba melakukan pembinaan kepada para petani dan mendorong agar terbentuknya kelopok tani kelapa dan karet, agar menjadi anggota koperasi kita.Karena jika di kelola kedua komoditi unggulan itu bisa memberi sumbangan bagi PAD KKU. Bernard Nababan juga mengatakan akan menertibkan koperasi-koperasi liar yang selama ini berkeliaran di KKU ini, kami akan mintai surat ijin koperasi mereka, karena selama ini mereka tidak pernah melapor ke kami.Kami akan bekerjasama dengan intansi lain untuk penertiban terutama dari satuan Polilisi Pamong Praja dan kepolisian. Karena keberadaan koperasi liar itu bukan membantu masyarakat justru menyusahkan tutupnya.

Ali.M

Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: