HMSTimes - What Happened Today? Hadirnya DPC Serikat Buruh Patriot Pancasila Natuna, Mitra Buruh Dan Pengusaha | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Hadirnya DPC Serikat Buruh Patriot Pancasila Natuna, Mitra Buruh Dan Pengusaha

Hadirnya DPC Serikat Buruh Patriot Pancasila Natuna, Mitra Buruh Dan Pengusaha

HMSTimes.com, Natuna – Dengan Rahmatnya Allah SWT, tuhan Yang Maha Esa, Dewan Perwakilan Cabang Serikat Buruh Patriot Pancasila Natuna telah terbentuk, sesuai surat mandat dan SK yang telah diterima dewan pengurus di kabupaten Natuna, (9/8/2019). Ditandatangani oleh ketua umum di pusat, Mangatur Nainggolan, SE, SH, MM dan Sekretaris Jenderal, Jerman Siregar, SH.

Amanat ketua umum Serikat Buruh Patriot Pancasila, Mangatur Nainggolan,  yang tertulis di profile, visi dan misi serikat buruh patriot Pancasila, mengatakan upaya meningkatkan cakupan visi dan visinya Serikat Buruh Patriot Pancasila dalam mewujudkan dan atau menumbuhkembangkan produktifitas menuju kesejahteraan buruh dan mengedepankan kontribusi positif sebagai mitra pengusaha, menjembatani hal-hal industrial, relevansinya pengusaha dan pekerja patriot Pancasila.

Sebagai bentuk semangat kebersamaan, pola pikir demi kemajuan kabupaten Natuna, secara bersama-sama dengan hasil musyawarah dan mufakat, sesuai kesepakatan, Syamsuriyana,SH,MH, di percaya selaku  ketua, menakhodai DPC Serikat Buruh Patriot Pancasila. Beserta dewan pengurus lainnya yang terlampir di SK.

Harapan Syamsuriyana, dengan telah terbentuknya DPC Serikat Buruh Patriot Pancasila Natuna, kedepannya, bahwa dengan adanya SBPP ini di Natuna, dapat menjadi lembaga yang terpercaya. Organisasi ini bukan bagian dari pemerintah, birokrasi ataupun negara.

“Dalam melakukan kegiatan, tidak bertujuan untuk memperoleh keuntungan (nirlaba), kegiatan Serikat Buruh Patriot Pancasila dilakukan untuk kepentingan masyarakat umum, khususnya masyarakat buruh Natuna, tidak hanya untuk keuntungan anggota”. Terang Syamsuriyana.

Buruh atau karyawan pada dasarnya adalah manusia yang menggunakan tenaga dan kemampuannya untuk mendapatkan balasan berupa pendapatan, baik berupa uang maupun bentuk lainya kepada pemberi kerja atau pengusaha.

Pada dasarnya, buruh maupun karyawan adalah sama, namun dalam kultur Indonesia, “Buruh” berkonotasi sebagai pekerja rendahan, hina, kasaran dan sebagainya. Sedangkan Karyawan adalah sebutan untuk buruh yang lebih tinggi, dan diberikan cenderung kepada buruh yang tidak memakai otot tetapi otak dalam melakukan kerja. Akan tetapi pada intinya sebenarnya keempat kata ini sama mempunyai arti satu yaitu Pekerja.

“Hal ini terutama merujuk pada Undang-undang Ketenagakerjaan, yang berlaku umum untuk seluruh pekerja maupun pengusaha di Indonesia”.

Buruh dibagi atas 2 klasifikasi besar : Buruh profesional – biasa disebut buruh kerah putih, menggunakan tenaga otak dalam bekerja. Buruh kasar – biasa disebut buruh kerah biru, menggunakan tenaga otot dalam bekerja.

Tugas dan fungsi dari Serikat Buruh Patriot Pancasilas ini adalah memberikan bantuan dalam bentuk pengawasan terhadap hak-hak para buruh atau pekerja dari kesewenangan pengusaha. selain itu juga serikat ini dapat memberikan informasi dan menerima pengaduan, (Sebagai fasilitator).” Jelasnya Syamsyuriana.

(Abdullah Lubis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top