HMSTimes - What Happened Today? Dua Sejoli Tertangkap Sedang Mesum di Dalam Mobil, (Y) Ternyata Bukan Warga Setengar | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Dua Sejoli Tertangkap Sedang Mesum di Dalam Mobil, (Y) Ternyata Bukan Warga Setengar

Dua Sejoli Tertangkap Sedang Mesum di Dalam Mobil, (Y) Ternyata Bukan Warga Setengar

sejumlah warga setengar saat mendatangi awak media, untuk klarifikasi pemberitaan yang mencemarkan desanya.

HMSTimes.com, Natuna –  Sehubungan pemberitaan sebelumnya (Dua Sejoli Tertangkap Sedang Mesum Di Dalam Mobil), terkait pengakuan Y, pelaku yang berbuat mesum didalam sebuah mobil, saat diperiksa Satpol PP, ternyata tidak benar warga Setengar. Akibat dari pengakuan pelaku, menimbulkan Enam orang warga Setengar merasa keberatan terkait berita itu.

Kedatangan ketua BPD Desa Setengar, Aprizal, bersama rekannya, dikantornya AJOI guna mempertayakan  pemberitaan terkait lelaki pelaku mesum, mengaku warga Setengar. Desanya dicemarkan mereka datang meminta klarifikasi. (Pengakuan Y ternyata menjadi polemik dan masyarakat  Setengar merasa desanya dicemarkan).

Senin (14/01/2019) siang, sekira pukul 12:30 Wib, sekelompok warga Setengar, Desa Cemaga Selatan, Kecamatan Bunguran Selatan, Kabupaten Natuna, mendatangi kantor Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (AJOI) Natuna, di Jalan Pramuka, Ranai, Kecamatan Bunguran Timur.

Menurut keterangan beberapa warga Setengar tersebut, pelaku laki-laki berinisial Y, bukan lah warga asal Setengar, seperti yang diberitakan oleh beberapa media online.

“Kami tidak terima, jika disebutkan Y itu orang Setengar. Karena tidak ada orang Setengar inisial Y, yang punya mobil Avanza. Ini sudah mencemarkan nama baik Desa kami,” ujar Aprizal, salah satu warga Setengar.

Kedatangan rombongan warga Setengar di Kantor AJOI Natuna, ditemui langsung oleh Katua AJOI Natuna, Roy Parlin Sianipar dan sejumlah anggota lainnya.

Dalam pertemuan itu, awalnya beberapa warga Setengar tersebut, menuduh beberapa awak media telah membuat berita bohong, yang tidak bisa dipertangungjawabkan kebenarannya.

Namun, setelah dijelaskan oleh Ketua dan beberapa anggota AJOI Natuna, barulah mereka mulai memahami, seperti apa masalah yang sebenarnya.

“Kami menulis berita itu berdasarkan narasumber, bukan sembarangan. Kalau mau menunutut, tuntutlah narasumbernya, yang membuat pernyataan,” ucap Roy Parlin Sianipar, menjelaskan.

Setelah beberapa waktu berdiskusi, akhirnya warga Setengar bersama awak media mengkonfirmasi kebenaran berita, langsung kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Natuna, Dodi Nuryadi. Ternyata setelah dikonfirmasi ulang, memang benar pelaku Y, bukan berasal dari Setengar.

Kata Dodi Nuryadi, awalnya pelaku Y berulang-ulang mengaku tinggal di Setengar. Karena saat terjadi penangkapan, pelaku Y mengaku Kartu Tanda Penduduk (KTP) nya, tidak dibawa dan masih ditinggal ditempat rental mobil, sebagai jaminan.

Seiring penuturan berdasarkan hasil pertemuan dengan Kasatpol PP, Dodi Nuryadi, di kantor Satpol PP, membenarkan dan mengakui pemberitaan itu sudah sesuai surat peryataan dan ditandatangani yang bersangkutan (PELAKU).

Kami selaku penengak perda, tidak langsung percaya begitu saja. Anggota terus melakukan penyelidikan. Siangnya baru ditemukan KTP (Y).  Dari penemuan kartu tanda penduduk (KTP), Y kelahiran Serasan, berdomisili di Pulau tiga.

“Memang awalnya Y mengaku tinggal di Setengar, tapi kerja di Selat Lampa. Lalu setelah besok siangnya, baru diketahui, bahwa Y aslinya orang Serasan, domisilinya di Desa Tanjung Batang, Pulau Tiga. Waktu temen-temen media konfirmasi, memang pengakuan pelaku awalnya tinggal di Setengar. Artinya bukan salah media, tapi salah pelaku yang membuat pernyataan awal,” terang Dodi Nuryadi, seraya menunjukkan pernyataan pelaku Y didalam berita acara penangkapan.

Setelah akar permasalahan sebenarnya dipahami oleh enam masyarakat Setengar, akhirnya antara warga Setengar dan awak media, menempuh jalur damai. Salah satu perwakilan dari warga Setengar membuat pernyataan permohonan maaf, kepada seluruh pihak awak media yang menulis berita.

(Abdullah Lubis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top