HMSTimes - What Happened Today? Diduga Kebakaran Pabrik Korek Api Di Binjai Akibat Lemahnya Sistem Norma Keselamatan Kerja | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Diduga Kebakaran Pabrik Korek Api Di Binjai Akibat Lemahnya Sistem Norma Keselamatan Kerja

Diduga Kebakaran Pabrik Korek Api Di Binjai Akibat Lemahnya Sistem Norma Keselamatan Kerja

HMSTimes.com, Jakarta- Duka kembali  melingkupi dunia ketenaga kerjaan Indonesia, lagi-lagi jatuh korban sia-sia 30 orang pekerja PT Kiat Unggul, akibat terkurung dalam lokasi pabrik yang terbakar,  Jumat (21/6/2019). Kiat Unggul adalah pemilik pabrik korek api mancis atau pemantik api di Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Ungkapan duka cita yang mendalam di ungkapkan, Mangatur Nainggolan, S.E.,S.H.,MM,CPA. selaku ketua umum SBPP (Serikat Buruh Patriot Pancasila) di Jakarta, beserta segenap pengurus dan jajarannya. Patut di tengarai korban terjadi akibat lemahnya sistem pengawasan ketenaga kerjaan, dimana lemahnya pengawasan norma keselamatan kerja dari stake holder terkait di tingkat daerah yang semestinya bisa berperan aktif mencegah penyimpangan-penyimpangan penegakan aturan dan keselamatan ketenaga kerjaan.

SBPP yang concern terhadap penegakkan aturan dan pengawasan ketenaga kerjaan dengan menegakkan nilai-nilai patriot pancasila, beranggapan lemahnya sistem pengawasan norma keselamatan kerja adalah cermin semakin buruknya penerapan nilai-nilai pancasila di dalam penegakkan aturan ketenaga kerjaan sehingga kerap kali mengabaikan hak-hak buruh dan keselamatannya. Sehingga kita wajib kembali pada Jalur yang semestinya dimana penerapan nilai-nilai pancasila menjadi sendi kehidupan kita semua, termasuk dalam menciptakan Hubungan Industrialis Pancasila yang harmonis.

“Info sementara, para buruh terkurung karena pintu masuk rumah berada di belakang dan ledakan pun terjadi di bagian belakang,” kata Pelaksana Harian Direktur Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Amarudin dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 22 Juni 2019.

Walhasil, sebanyak 30 orang pekerja tewas dalam kejadian ini. 24 merupakan orang dewasa dan 6 anak-anak. Sementara, 3 orang lainnya selamat. “Ini berdasarkan laporan sementara dari pengawas ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara,” kata Amarudin.

Kebakaran ini sebelumnya terjadi sekitar pukul 12.05, saat jam makan menjelang salat Jumat, 21 Juni 2019. Menurut laporan pengawas ini, kebakaran terjadi saat tengah berlangsung proses penyetelan api mancis. Kemudian, satu mancis terbakar dan mengakibatkan kebakaran hebat.

Dari data yang dihimpun Kemnaker, pabrik yang dikelola Kiat Unggul ini berbentuk  industri rumahan. Pabrik ini memiliki sekitar 50 orang karyawan. 27 orang telah didaftarkan ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau BPJS TK. “Selebihnya kemungkinan buruh harian lepas,” ujarnya.

Hal ini, amat di sesalkan jajaran pengurus SBPP, lemahnya sistem pengawasan ketenaga kerjaan kerap menimbulkan masalah dilapangan. Dimana seharusnya pengawas ketenaga kerjaan berperan aktif menegakkan aturan dilapangan, tapi alasan klasik selalu soal minimnya tenaga pengawas ketenaga kerjaan. Karena Hubungan Industrialis Pancasila hanya bisa terwujud, bila disertai peran aktif semua pihak terkait dalam masalah ketenaga kerjaan, tabdasnya lagi menegaskan.

Minimnya jumlah pengawas ketenagakerjaan merupakan masalah klasik yang selalu dikeluhkan, tetapi  sampai sekarang belum ada solusinya. Alhasil, kekurangan tenaga pengawas terus terjadi, yang menyebabkan banyaknya pelanggaran-pelanggaran ketenaga kerjaan terjadi, acapkali menyebabkan jatuhnya korban sia-sia.

Bahwa penegakkan aturan nilai-nilai pancasila dalam rangka menciptakan hubungan Industralis pancasila yang harmonis yang selalu di gaungkan pemerintah harusnya benar-benar bisa ditegakkan secara optimal dan bukan hanya retorika belaka, mencari keuntungan sebesar-besarnya seharusnya disertai pula dengan kesadaran untuk menegakkan aturan dan sistem kepengawasan keselamatan kerja yang komprehensif. Dan itulah nyawa dari penegakkan nilai-nilai pancasila dalam menciptakan hubungan Industrialis pancasila yang harmonis.

Beliau kembali menegaskan, harus di usut tuntasnya segera hal ini sampai aturan ketenaga kerjaan tegak pada porosnya dan menjadi jaminan kesejahteraan bagi buruh seluruhnya.*

(Red)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top