HMSTimes - What Happened Today? Diduga Ada Yang Tidak Beres, PT SEM Memilih Bungkam | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Diduga Ada Yang Tidak Beres, PT SEM Memilih Bungkam

Diduga Ada Yang Tidak Beres, PT SEM Memilih Bungkam

Ruang produksi PT.SEM

HMSTimes.com, Batam- Perselisihan hubungan industrial antara PT.Sasjati Era Mas (PT.SEM) dengan mantan karyawannya berinisial WPJ dan RJ akibat pemutusan hubungan sepihak (PHK) bagi WPJ dan hak normatif yang tidak dibayarkan kepada RJ sebelum melakukan pemunduran diri.

Perusahaan asing yang bergerak dibidang garmen yang memproduksi baju seragam polisi Singapura  (Singapore police uniform) beralamat di jln Raja Isa, Komplek Sarana Industrial Point, blok F no 6, Belian Kota Batam, Kepualauan Riau, tidak ada itikat baik dengan mantan karyawannya setelah mengajukan pertemuan bipartit dengan pihak manajemen untuk menyelesaikan tuntutan hak normatif mereka sesuai UU no 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan Kepmen 100 tahun 2004, diperusahaan, Kamis (05/09/2019)

WPJ menyampaikan bahwa perekrutan dirinya diawal tahun 2018 selama 3 bulan mulai maret hingga juni 2018, dia tidak mendapat gaji dari manajemen perusahaan dengan status pekerjaan tidak jelas, kemudian bulan juni mulai hingga September 2018, digaji Rp 3 juta/bulan  (dibawah UMK kota Batam) dan tidak dibayarkan lembur sesuai aturan yang ada, sebab dia bekerja mulai pukul 08:00 wib – pukul 20:00 wib. katanya.

Lanjut WPJ, kemudian dibulan September hingga Januari 2019, pihak perusahaan baru melakukan kontrak pertama, sementara mulai dari bulan Maret  hingga Desember 2018, WPJ tidak diikutkan dalam program BPJS sesuai aturan yang ada, selanjutnya dikontrak terus hingga tanggal 31 Agustus 2019 yang lalu, dirinya difinishkan oleh pihak manajemen, jelasnya.

RJ juga menyampaikan bahwa dia mengundurkan diri karena tidak tahan dengan aturan yang ada diperusahaan tersebut, yang dinilainya kurang manusiawi, peraturannya gak ada yang jelas tidak sesuai dengan aturan perundang-undangan di Indonesia, namun biarpun RJ mengundurkan diri, dia tetap menuntut hak-haknya sebelum dia mundur, seperti BPJS, lembur, tuturnya

WPJ dan RJ berharap ada itikad baik dari pihak perusahaan untuk menyelesaikan hak-hak mereka, serta mengharapkan kepada instansi terkait seperti pengawasan ketenagakerjaan, Dinas tenagakerja kota Batam, komisi IV DPRD kota Batam untuk mengecek keberadaan perusahaan tersebut.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Arman selaku Direktur PT.SEM, dan Elly selaku manejer di perusahaan tersebut, via WA keduanya memilih bungkam hingga berita ini terbit.

(A.Z)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top