HMSTimes - What Happened Today? Di Duga Telah "Membudaya" Indomaret Memecat Karyawannya Tiap Tahun. | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Di Duga Telah “Membudaya” Indomaret Memecat Karyawannya Tiap Tahun.

Di Duga Telah “Membudaya” Indomaret Memecat Karyawannya Tiap Tahun.

HMSTimes.com, Pontianak- Pemecatan terhadap beberapa karyawan (driver) Indomaret (PT.Indomarco Prismatama) Pontianak pada bulan Desember 2017 silam, memicu “dugaan” bagi karyawannya bahwa PHK telah menjadi “kebudayaan” bagi management Indomaret mem PHK karyawannya tiap tahun.

Hal ini di sampaikan Asnan Puadgiro, salah satu karyawan (driver) yang menjadi korban budaya  pihak management. “Perusahaan Indomaret sudah biasa memecat karyawannya tiap tahun. Entah itu karena alasan karyawan tersebut melakukan pelanggaran berat, maupun dengan alasan lain.”, ungkap nya kepada HMSTimes.com.

Pihak perusahaan memPHK Asnan dan 3 rekannya yang lain  dengan alasan mereka dianggap telah melakukan pelanggaran berat (mabuk2an) di area kerja dan pada waktu jam kerja. Dan ditambah dengan adanya surat pernyataan yang  dibuat mereka sendiri dikantor Polsek Sungai Raya, Kab.Kubu Raya, yang pada dasarnya di pernyataan itu mereka (Asnan dkk.) mengakui perbuatan “mabuk-mabukan” yang disangkakan kepada mereka.

Namun pemecatan (sepihak) tetsebut tidak serta merta diterima begitu saja oleh mereka dengan alasan mereka, khususnya Asnan bersikukuh bahwa dia tidak melakukan perbuatan yang disangkakan kepadanya.

Bahkan saat mereka di bawa ke Kantor Polsek Sungai Raya pada hari kejadian (20 /12/2017) Asnan tetap pada pengakuannya bahwa dia tidak melakukan perbuatan mabuk-mabukan pada hari itu. “Saya hanya kebetulan nimbrung dengan sesama rekan driver di area kerja yang dimaksud sembari menunggu loading (muat) barang yang mau diantar ke toko (indomaret).”, ungkap Asnan dikantor LSM LIRA Kalbar (lembaga dimana asnan melimpahkan kuasa atas kasusnya).

“Tapi apapun yang kami sampaikan baik dihadapan perusahaan terutama dihadapan polisi (polsek sungai raya-red) tidaklah diindahkan.”, lanjutnya.

Menurutnya, perusahaan sengaja menggunakan alasan pernyataan mabuk-mabukan itu untuk memecat dirinya mengingat dirinya juga masih beratatus pekerja kontrak (PKWT). Yang menjadi alasan tidak terimanya Asnan dipecat sepihak oleh perusahaan karena dia menganggap perusahaan tidak mau dengar dan tidak mau tahu mengenai “kebenaran” yang sesungguhnya dilapangan.

“Padahal saya memiliki video pertemuan mediasi antara kami (karyawan) yang di amanakan polisi pada hari H (20/3/2017) dengan management di kantor Polsek Sungai Raya yang dapat dijadikan alat bukti bahwa kami “ditekan” oleh oknum kapolsek untuk membuat pernyataan bahwa kami mengakui mabuk-mabukan dan menandatanganinya.”, lanjutnya sembari menunjukan isi video tersebut dihadapan Pimpinan LIRA Kalbar.

Pada saat HMSTimes.com menandatangi Polsek Sungai Raya, untuk konfirmasi,  Kapolsek sedang tidak ditempat, demikian juga dengan wakapolsek dan kanit reskrim sehingga tidak ada pihak polsek yang dapat dimintai keterangan.

Kamis, (15/3/2018) terjadi mediasi  (bipartit) antara PT.Indomarco Prismatama (diwakili HRD) dan LIRA Kalbar di kantor LIRA di Teluk Mulus Kubu Raya. Namun dalam pertemuan tersebut belum didapatkan kesepakatan (win-win solutions) antara kedua pihak.

Dan dijadwalkan kembali Mediasi kedua pada hari Kamis depan (22/3/2018) guna mencari “solusi” terbaik atas perkara ini yang sedang dihadapi klien kami.”, ucap Rellawaty, S.H, selaku Gubernur LIRA Kalbar.

Asido Jamot

Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top