HMSTimes - What Happened Today? Demonstran Tarakan "Ingin Masuk di rumah Sendiri Malah di Pukuli, Masalahnya Tidak Mungkin Kami Sesama Anggota Demonstran Saling Memukuli" | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Demonstran Tarakan “Ingin Masuk di rumah Sendiri Malah di Pukuli, Masalahnya Tidak Mungkin Kami Sesama Anggota Demonstran Saling Memukuli”

Demonstran Tarakan “Ingin Masuk di rumah Sendiri Malah di Pukuli, Masalahnya Tidak Mungkin Kami Sesama Anggota Demonstran Saling Memukuli”

HMSTimes.com , Tarakan-  Aksi demontrasi yang dilakukan oleh Gerakan Masyarakat Peduli Aspirasi Rakyat (GEMPAR) tergabung dari beberapa organisasi, OKP dan organisasi Mahasiswa. (Selasa/06/03) Pada waktu 09.00 wita aksi tersebut menolak revisi UU MD3 yang maklumatnya bahwa DPR tidak boleh dikritik dari pihak manapun (Red: Pasal 122). Aksi tersebut dimulai dari Simpang 4 depan gedung Grand Tarakan Mall (GTM), kemudian aksi dilanjutkan dengan longmarch menuju gedung DPRD Kota Tarakan.

Pada saat sampai di depan Gedung DPRD Massa aksi dihalang oleh pihak aparat, untuk tidak memasuki Rumah Rakyat tersebut, hingga  terjadi bentrok antara massa aksi dan aparat keamanan, karena massa mendesak untuk masuk ke dalam gedung tersebut. Adapun pada saat mendesak untuk masuk 3 orang anggota demonstran mengalami luka di pelipis serta di bagian wajah lainnya.

Kemudian Dani Tumpal Aritonang mengatakan “setelah dihalaman DPRD Massa aksi mendesak untuk masuk ke dalam gedung DPRD namun  dihalang oleh pihak aparat hingga terjadi benteok antara massa aksi dan oknum aparat, adapun 3 orang anggota kami mengalami luka memar di pelipis dan bagian wajah lainnya, hal ini pun saya belum mengetahui pasti penyebabnya”, ungkap salah satu Marga Aritonang.

Salah satu demonstran pada saat ditemui oleh awak media HMSTimes.com, Thalib mengatakan “pada saat di pintu masuk Gedung Dewan kita sempat adu Argument dengan pihak kepolisian dan anggota Dewan, lumayan alot bahkan sempat terjadi dorong-dorongan karena mereka meminta untuk perwakilan saja masuk, tentu saja ini bertentangan dengan kemauan kami, kami ingin meminta agar semua anggota demonstran masuk ke dalam, lagian kurang enak diliatnya kalau rakyat mau masuk rumahnya sendiri kemudian harus dibatas – batasi, ya sempat juga ada pemukulan ke kawan kita oleh oknum aparat ada juga kawan yang mengalami luka akibat dorongan. dan   pemukulan juga, masalahnya tidak mungkin kami sesama anggota demonstran saling memukuli”, Tegasnya.

Pada saat memasuki gedung DPRD Kota Tarakan anggota Dewan yang mengikuti hearing hanya 5 orang menurut Dani Aritonang adapula massa aksi akhirnya dizinkan untuk memasuki ruangan rapat DPR hingga ruangan tersebut dipenuhi oleh aksi massa, aksi ini di ikuti oleh 32 lembaga, yang terdiri dari Lembaga Mahasiswa, Masyarakat, OKP, Ormas, dan LSM.

hes-HMS

Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top