HMSTimes - What Happened Today? Bro Hng Jin Gui Mewakili PSI Bantu Mediasi Masalah Warga | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Bro Hng Jin Gui Mewakili PSI Bantu Mediasi Masalah Warga

Bro Hng Jin Gui Mewakili PSI Bantu Mediasi Masalah Warga

penggugat dan tergugat saat melakukan mediasi di depan hotel

HMSTimes.com, Batam- Politikus muda, Bro Hng Jin Gui mewakili Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kepri mencoba membantu warga menegosiasikan masalah atau kasus hukum perdata tentang usaha kedai dan perhotelan dikawasan Jodoh, Batu Ampar, kota Batam yang sudah lama belum ada penyelesaian.

Bro Hng menyampaikan, bentuk keperdulian atas permasalah yang sering dialami oleh masyarakat biasa yang terbelit hukum perdata seperti Ny. Kim Hiok yang sudah lama dirugikan dalam sengketa sewa menyewa selaku pemilik sah dan kasusnya yang terus bergulir di Pengadilan Negeri Batam, selama setahun lebih lamanya dan sampai saat ini belum tuntas.

“warga datang ke kantor DPW PSI dan meminta bantuan kami untuk menjembatani kasus tersebut. Dan Kami partai PSI sangat prihatin, dengan kasus yang dilaporkan Ny. Kim Hiok yang tidak kunjung selesai padahal kasusnya sudah memenangkan Ny. Kim Hiok di Pengadilan negeri selama dua kali dan pihak tergugat yang juga sudah dinyatakan wanprestasi tapi tetap menguasai tempat yang bersengketa, untuk itu Kami berusaha untuk menjembatani antara Tergugat dan Penggugat, namun mengalami jalan buntu, karena pihak Tergugat ingin terus menempatin tempat sengketa dan bersembunyi dibelakang panjangnya proses hukum perdata,” terang Bro Hng dalam upaya negosiasi mewakili PSI, Minggu, (8/9/2019).

Kepada wartawan Bro Hng menyampaikan bahwa pihak tergugat dan kuasa hukumnya juga telah melakukan perlawanan dengan mencoba menghalangi Penggugat melakukan renovasi Café yang ada di samping hotel yang tidak termasuk dalam perjanjian sewa menyewa Hotel dan bukan satu kesatuan dengn hotel.

“Cafe yang dijadikan sengketa setelah dilakukan penutupan (digembok) oleh tergugat usai mediasi, tidak tercantum dalam perjanjian sewa menyewa gedung hotel,”kata Politikus muda keturunan marga Tionghoa ini.

Menurutnya, sesuai surat Notaris Anly Cenggana, SH dengan register Nomor 3926/W/Not.AC/III 2017 (duplo) pada tanggal 24 Maret 2017, dan telah berakhir dengan segala akibat hukumnya sejak tanggal 25 Juli 2018, karena Pihak Tergugat tidak kunjung melakukan pembayaran untuk perpanjangan sewa kepada Ny. Kim Hiok sebagai penggugat.

situasi gudang dilantai paling atas yang menjadi sengketa

“Selain tidak melanjutkan pembayaran sewa sesuai perjanjian, pihak tergugat tak kunjung mengembalikan usaha yang telah tergugat sewa sebelumnya kepihak penggugat, bahkn pihak tergugat masih   melakukan upaya agar tergugat melakukan pembayaran dengan cara kekeluargaan, namun tidak diindahkan oleh Tergugat sehingga bergulir ke Pengadilan Negeri Batam,” lanjutnya.

Dia menyampaikn sesuai hasil keputusan, pengadilan negeri Batam, tergugat sendiri sebelumnya telah dinyatakan kalah, kemudian melakukan upaya hukum lain dengan banding, namun tergugat tetap dinyatakan kalah oleh pengadilan, berdasarkan Surat Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Batam Nomor 19/Pdt.GS/2018/PN Btm tanggal 31 Agustus 2018.

“Dalam keputusan tersebut Tergugat dinyatakan telah wanprestasi dan dijatuhi hukuman untuk mengembalikan 1 (satu ) unit Bangunan Hotel yang terletak di sebuah kawasan di Batu Ampar, Kota Batam berikut fasilitas aliran listrik dan saluran air minum ATB dalam keadaan seperti sedia kala dan terpelihara dengan baik.

Harusnya apa yang telah diputuskan di pengadilan, pihak Tergugat bisa menghormati hukum yang ada, apalagi café tersebut tidak termasuk dalam perjanjian sewa-menyewa. apalagi, kondisi hotel yang sudah rusak parah. Ini Negara hukum harusnya sebagai warga Negara yang baik menghormati hukum dan tidak bertindak diluar hukum, “ terang Bro Hng dengan nada kesal dan kecewa.

Pantauan awak media, Ketua RT setempat dan pihak Polsek Batu Ampar sempat memediasi di Lobby Hotel tersebut. Mediasi yang dijalankan juga mengalami jalan buntu hingga Ketua RT meminta pihak Tergugat untuk melakukan eksekusi terhadap surat keputusan pengadilan Negeri Kelas 1A Kota Batam.

“ Kami selaku warga masyarakat dilingkungan sini, berharap masalah ini segera diselesaikan dengan baik, sesuai dengan surat Keputusan Pengadilan Kota Batam, “pungkas Ketua RT.

Karena mediasi dihotel tidak membuahkan hasil, para pihak kembali dimediasi di polsek Batu Ampar, namun hasilnya juga tetap buntu. Dari kantor polsek pihak tergugat usai melakukan mediasi, langsung kembali ke hotel dan disusul oleh kusa hukumnya Rudianto dan menggembok Café hotel yang akan dilakukan renovasi oleh pihak pemilik Hotel hingga terjadi kericuhan.

Rudianto selaku kuasa hukum tergugat menyampaikan akan melakukan konfersi pers terkait kasus kliennya

“ Nanti akan  dilakukan konferensi Pers, “ ucap Rudi sambil masuk dan menutup pintu mobil.

(A.Z)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top