HMSTimes - What Happened Today? Blanko E-KTP Kosong Di Provinsi Riau, Ini Reaksi Kementerian Dalam Negeri | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Blanko E-KTP Kosong Di Provinsi Riau, Ini Reaksi Kementerian Dalam Negeri

Blanko E-KTP Kosong Di Provinsi Riau, Ini Reaksi Kementerian Dalam Negeri

HMSTimes.com- Menyikapi polemik e-KTP di Provinsi Riau yang hingga saat ini belum ada solusinya, Direktorat Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatat Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) RI, ‎Zudan Arif Fakrulloh mengumpulkan seluruh kepala Disdukcapil se-Provinsi Riau, Selasa (12/9/2017) sore,  guna mendengarkan persoalan e-KTP di Bumi Lancang Kuning.

Zudan  menegaskan bahwa “Kita akan panggil semua kepala dinasnya apa keperluannya. Jangan beraninya komentar di media kalau blangko e-KTP kosong. Ngomongnya dengan saya Dirjennya langsung, perlunya berapa blangko rupanya,” di kutip dari CAKAPLAH.com,

Dianya menyampaikan bahwasanya masih banyak daerah di Riau, khususnya Pekanbaru kekurangan blangko e-KTP.

Pada dasarnya pihaknya selalu memberikan blangko kepada daerah yang mengajukan. Bahkan sekarang ini blangko e-KTP Riau masih banyak dan belum habis dicetak.

“Jadi habiskan dulu. Kalau kurang ajukan permintaan. Karena kita punya 7,4 juta keping blangko e-KTP. Kalau memang di Riau ada kekurangan minta saja ke saya. Kan belum ada minta ke kami. Memangnya di Pekanbaru butuh berapa,” cetusnya.

Disinggung alat pencetakan e-KTP rusak, Zudan menyampaikan itu kewenangan kabupaten/kota untuk membelinya. Sebab dalam aturan Perpres Nomor 26 Tahun 2009‎ menyatakan, kalau Pemerintah Pusat hanya menyediakan satu kali. ‎Setelah itu kabupaten/kota membeli sendiri.

“Kalau alatnya bisa diperbaiki itu bisa dari kami. Tapi kalau tak bisa dipakai dan harus diganti, kabupaten/kota yang membelinya. Persoalannya tidak semua kepala dinas mengerti aturannya. Agar semua tau, kalau levelnya perbaiki bisa dari kami, tapi kalau ganti alat tidak bisa,” tegasnya.***

A.Z

Sumber: CAKAPLAH.com,

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top