HMSTimes - What Happened Today? Bawaslu Kota Batam Periksa Saksi Terkait Dugaan Kampanye Yang Melibatkan Pegawai ASN Kota Batam, Imam Tohari. | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Bawaslu Kota Batam Periksa Saksi Terkait Dugaan Kampanye Yang Melibatkan Pegawai ASN Kota Batam, Imam Tohari.

Bawaslu Kota Batam Periksa Saksi Terkait Dugaan Kampanye Yang Melibatkan Pegawai ASN Kota Batam, Imam Tohari.

Bawaslu periksa Pineop Siburian sebagai saksi dalam dugaan kasus kampanye yang melibatkan ASN kota Batam

HMSTimes.com – Batam – Bawaslu Kota Batam melakukan Pemeriksaan saksi terkait dugaan kampanye yang dilakukan salah seorang Calon Angota Legislatif (Caleg) Partai NasDem Daerah Pemilihan 3 Kota Batam berinisial K, yang juga melibatkan salah seorang pegawai Apratur Sipil Negara (ASN) Imam Tohari.

Pineop Siburian yang mendapat surat pemanggilan dari Bawaslu Kota Batam, dan ditetapkan sebagai saksi oleh Bawaslu, diminta hadir untuk memberikan kesaksian terkait dugaan kampanye yang melibatkan pegawai ASN Kota Batam.

Pineop Siburian sudah terlihat hadir di kantor Bawaslu, Rabu (13/03/2019) sekitar pukul 10.30 WIB, dan pemeriksaan mulai dilakukan terhadap Pineop Siburian (saksi) sekitar pukul 11.00,WIB.

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mangihut Rajagukguk, yang juga didampingi Kordinator Penindakan Bawaslu Kota Batam Bosar Hasibuan, terlihat melontarkan beberapa pertanyaan kepada saksi Pineop Siburian, yang kesemuannya dijawab oleh saksi Pineop Siburian sesuai apa  yang  diketahuinya.

Kordinator Penindakan Bawaslu Bosar Hasibuan, kepada awak media menyampaikan bahwa untuk mendalami kasus tersebut, Bawaslu masih akan terus mendalami kasus ini, dan masih akan memanggil beberapa saksi, dan juga pelapor.

“Kita masih akan memanggil beberapa saksi, dan juga pelapor. Dan kita berharap dari pelapor untuk memberi keterangan bahwa kegiatan yang dilaporkan dilakukan dimana, kita juga akan mempertanyakan pihak yang memfasilitasi kegiatan waktu itu”,Jelas Bosar Hasibuan.

Bosar Hasibuan juga menambahkan,”Jika hanya berdasarkan vidio yang beredar kita tidak cukup bukti, bisa saja vidionya sudah di edit, bisa saja vidionya tidak asli, makanya kita butuh keterangan saksi saksi, dan juga mencari tahu siapa yang merekam vidio  tersebut”, terang Bosar Hasibuan.

(Ls)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top