HMSTimes - What Happened Today? Batam Mulai Bergejolak Akibat Kenaikan Tarif Dasar Listrik | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Batam Mulai Bergejolak Akibat Kenaikan Tarif Dasar Listrik

Batam Mulai Bergejolak Akibat Kenaikan Tarif Dasar Listrik

 

HMSTimes.com, Batam- Iring-iringan Long March serikat buruh dari FSPMI dari Muka Kuning menuju  gedung GrahaKepri untuk menyampaikan inspirasi mereka ke Pemerintah provinsi Kepri dalam hal ini Gubernur Nurdin Basirun atas kebijakannya menaikan tarif dasar listrik (TDL) di Kota Batam.  kamis 13/04/2017.

Long March ini di mulai pukul 09:00 WIB di Simpang Dam-Muka Kuning. Long march ini sempat membuat kemacetan diseputaran Simpang Dam, sehingga polisi memberlakukan sistem lalu lintas dengan satu jalur. ini diberlakukan guna menghindari kemacetan serta tidak mengganggu aksi para buruh.

Aksi unjuk rasa ini merupakan dampak kenaikan TDL yang telah disahkan oleh Gubernur Kepri awal bulan april kemarin. Kenaikan TDL ini sangat merugikan kami sebagai buruh, yang mana imbas kenaikan ini berdampak pada kenaikan kebutuhan pokok yang tidak seimbang dengan kenaikan UMK kota Batam. ujar D.F Silalahi sebagai direktur LBH FSPMI Kepri.

Andi.S, selaku sekretaris konsulat Cabang FSPMI mengatakan mereka akan dan harus bertemu dengan Tagor Napitupulu selaku Kadisnaker Provinsi Kepri untuk menyampaikan inspirasi buruh, adapun tuntutan aksi ini antara lain :

  1. Aksi ini juga merupakan solidaritas FSPMI Batam terhadap buruh yang tergabung di pengurus unit komisariat (PUK) SPL-FSPMI PT.Smelting Gresik,
  2. Tolak kenaikan tarif dasar listrik Batam
  3. Tangkap dalang korupsi e-KTP
  4. Tolak PP 78 tahun 2015
  5. Tolak upah murah.

Masyarakat kota Batam mengharapkan agar kebijakan Gubernur ini dikaji ulang, karna banyak menimbulkan gejolak ditengah-tengah masyarakat. Fisman Gea yang merupakan Ketua DPW  Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia dan juga sekretaris umum IKABSU mengatakan aksi yang dilakukan oleh teman-teman buruh hari ini jangan kita beranggapan bahwasanya aksi untuk menghambat investasi, kita coba telusuri kenapa masyarakat Batam akhir-akhir ini gencar demo atas kebijakan ini TDL ini, itulah tugas pemerintah cari tahu ? berarti indikasinya banyak yang ditimbulkan oleh kenaikan ini antara lain:

  1. kenaikan TDL ini dampaknya sudah mulai terasa, makanya mulai ada respon dari masyarakat termasuk buruh.
  2. PP 78 tahun 2015 yang telah diterbitkan pemerintah tidak relevan lagi digunakan di Batam akibat kenaikan ini.
  3. Buruh menolak upah murah, berarti sudah ada sinyal dari buruh kepada perusahaan untuk meminta upah naik.

Jadi harapan kita untuk kenyamanan  kota Batam dan invertor supaya pemerintah dalam hal ini Gubernur Kepri  mengkaji ulang kebijakann yaitu, pertama PLN harus terbuka dan siap untuk diaudit, gubernur harus berani dan punya nyali untuk mendesak PLN/ Bright Batam, jika ingin Batam aman dan tetap menjadi idola para  investor, tutur Gea lagi. A.Zagoto

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top