HMSTimes - What Happened Today? Aneh..KM Bukit Raya Kandas Dan Bocor, Evakuasi Penumpang Sekoci Penolong Tidak Difungsikan | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Aneh..KM Bukit Raya Kandas Dan Bocor, Evakuasi Penumpang Sekoci Penolong Tidak Difungsikan

Aneh..KM Bukit Raya Kandas Dan Bocor, Evakuasi Penumpang Sekoci Penolong Tidak Difungsikan

HMSTimes.com, Natuna- Didalam pelayaran kapal penumpang dengan kapasitas ratusan lebih penumpang,tentunya bentuk kesiapan armada atau crew dibidang keselamatan penumpang di sebuah kapal, (Safety Officer), menjadi agenda tugas prioritas dalam memberikan pelayanan atau mempersiapkan peralatan keselamatan,(Safety Equipment),oleh perusahaan palayaran. notabene prinsip kontekstual undang-undang pelayaran yang berlaku terkait Sekoci Penolong dan lain sebagainya. Yang berhubungan langsung dengan kondisi gawat darurat,  (Emergency Situation), ketika kapal mengalami musibah, segala fasilitas keselamatan harus dipergunakan sebelum bala bantuan datang menghampiri. Pengertian dari prinsip perusahaan pelayaran kapal yang mengalami musibah,mengedepankan langkah memberikan sebuah penyelamatan kepada seluruh penumpang. Secara sistematis aturan dan peraturan tugas anggota keselamatan,(Safety personel), fungsi fasiltas keselamatan,(Safety equipment Function).

KM Bukit Raya adalah merupakan armada sebuah pelayaran nasional Indonesia, Sudah tentu berbagai penomena dan dinamika alam laut yang menjadi sebuah agenda kerja seorang kapten kapal dalam mengarungi samudera yang juga menghimpun satu kesatuan tanggung jawab terhadap keselamatan hidup penumpang dan crew kapal menyeluruh. Moda transportasi laut bagi masyarakat di daerah perbatasan khususnya untuk Kabupaten Natuna. Namun rangkaian kepengurusan internal sebuah kapal sudah disusun sebelum memulai perjalanan,seorang kapten kapal hingga unsur bagian bawah Anak Buah Kapal (ABK),selaras tugas dan fungsi yang di emban saat kapal berjalan maupun berlabuh,(Anchor). Tugas dan fungsi seluruh crew kapal juga prinsipnya memiliki dasar,Basic Safety Training,(BST).

Fasiltas Keselamatan diatas kapal apabila terjadi musibah,wajib berfungsi atau di fungsikan untuk dipergunakan,oleh sebab itu terkait peralatan Keselamatan,(Safety Equipment),perlu dilakukan perawatan dan pemeliharaan dengan baik. Efektifitas demi Eksistensi kelancaran ketika melakukan evakuasi menyelamatkan hidup penumpang,(Evacuation Passenger). Sebelum armada bala bantuan tiba. Salah satunya yaitu Fungsi Sekoci Penolong,pelampung penolong, (Life Boat,Life Raft dan Life Jacket),saat crew Kapal mengevakuasi  penumpang ketika kapal bersifat musibah. Terkait sekoci penolong dan pelampung adalah merupakan fasilitas keselamatan bagi penumpang untuk berangkat atau menghindar dari kapal yang mengalami musibah, beranjak menuju ketempat yang selamat. Penggunaan life boat atau Sekoci penolong juga sudah menjadi tugas bagi crew kapal yang sudah di bentuk dalam pelatihan pelatihan keselamatan dibawah naungan atau kewenangan staff keselamatan,(Safety Officer). Fungsi yang diberikan saat latihan berdasarkan tugas fungsi yang tertulis di kartu peserta anggota keselematan,( Crew Muster Station Card). Tujuan daripada kegiatan latihan keselamatan yaitu meningkatkan pengetahuan tentang keselamatan,(Safety Knowledge),mengenal mengetahui tentang peralatan keselamatan,(Safety Familiaritation). Sangat penting bagi pemahaman seluruh anggota atau crew yang bekerja di atas kapal.

Namum diduga tidak sama halnya dengan KM Bukit Raya,kapal penumpang yang kandas dan bocor diwilayah perairan Natuna,tepatnya di karang neneh,terkesan kurang mengedepankan usaha tim internal KM Bukit Raya untuk mengevakuasi penumpang. Salah satu yang menjadi dasar pengungkapan ini,yaitu diduga tidak di fungsikannya evacuation team oleh KM Bukit Raya dalam tindakan evakuasi penumpang berupa proses teknis fungsi Life Boat dan Life Raft tidak berfungsi. Terkait yang berhubungan langsung dengan aturan dan peraturan penggunaan sekoci penolong yang fungsinya difungsikan ketika terjadi evakuasi penumpang dalam kondisi gawat darurat,(Emergency evacuation). Kapal yang mengalami kebocoran atau akan tenggelam,sebelum bala bantuan tiba. Tentunya sekoci penolong,(Life Boat),Life Raft,Life Jacket,atau yang lain sebagainya dalam konteks keselamatan penumpang,untuk difungsikan. Merujuk kepada keselamatan hidup di laut bagi penumpang dan crew,Safety Of Life At Sea (SOLAS) 1974. “Bukan hanya sekedar bertumpu menunggu bala bantuan tiba”

Semoga harapannya kedepan tidak tertutup kemungkinan perlunya evaluasi terhadap pihak armada crew kapal KM Bukit Raya yang kandas dan mengalami kebocoran di Karang Neneh agar dapat meningkatkan lagi pemahaman fungsi tugas dan peran serta tim keselamatan kapal,untuk memfungsikan Life Boat atau sekoci penolong,Life Raft,sesuai fungsi sebagaimana semestinya dalam kondisi gawat darurat. Tanggung jawab tugas tim keselamatan dalam mengevakuasi penumpang KM Bukit Raya. Prinsip pemahaman fungsi Life Boat dan Life Raft In Chase Of Emergency Situation. Not Only Waiting For External Evacuation Team. Bercermin dari kesesuaian informasi yang dihimpun dari pemberitaan berita di beberapa media Online,terkait teknis dan progres evakuasi penumpang kapal KM Bukit Raya yang Kandas dan bocor di Karang Neneh. Bercermin dari tidak difungsikannya sekoci penolong dan pelampung keselamatan, (Life Boat dan Life Raft). Sebagai bentuk kesadaran fungsi anggota keselamatan,(Safety Personel),kapal KM Bukit Raya yang taat aspek hukum undang undang pelayaran. Sementara 238 penumpang sudah dalam keadaan panik, Life Boat atau Life Raft tidak ada yang diturunkan untuk difungsikan mengevakuasi penumpang dan penumpang juga terlihat tidak mempergunakan Life Jacket ketika menuruni anak tangga.

Lubis

Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top