HMSTimes - What Happened Today? Amat Tantoso Angkat Bicara Terkait Dualisme Di Kota Batam | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Amat Tantoso Angkat Bicara Terkait Dualisme Di Kota Batam

Amat Tantoso Angkat Bicara Terkait Dualisme Di Kota Batam

HMSTimes.com, Batam- Kemerosotan ekonomi Batam yang kian lama tidak terkendali yang membuat kota Batam lesu dan berada di ambang kolap/bangkrut. Batam merupakan salah  kota  industri kebanggaan Indonesia, dimana para  investor mayoritas dari luar.

Kemerosotan ekonomi ini sangat terasa bagi warga Batam yang  bergantung kepada industri. Saat ini banyak perusahaan yang hengkang dari Batam serta anggka pengangguran yag mencapai 230 ribu jiwa, dan banyak warga Batam pendatang memilih pulang kampung, karena Batam tidak menjajikan lagi seperti tahun-tahun sebelumnya,

Datuk Amat Tantoso salah satu warga keturunan Tionghoa yang mendapat gelar Datuk dari masyarakat melayu Kepri dan juga salah satu Pengusaha sukses di Batam, angkat suara tentang polemik ekonomi Batam dalam acara buka puasa bersama dengan para tokoh masyarakat Batam, ormas, Mahasiswa, pengusaha, media dan aktivis Batam di Hotel Vanila Nagoya Batam. kamis(15/6/17)

Datuk Amat Tantoso mengatakan kehadiran kepala Badan pengawasan (BP) Batam  Hatanto beserta 7 deputinya tidak produktif. selama satu tahun ini hasil kerjaan mereka nol, bahkan menimbulkan dualime yang sangat meresahkan investor.

Dia mencontohkan dirinya selama 25 tahun buka usaha di Batam baru tahun ini dia merasakan kelesuan seperti ini, apa lagi masyarakat umum. pengusaha saja terasa, apa lagi pekerja atau pengangguran. jelas Datuk.

Di Kepri ada 3 daerah free trade zone (FTZ) yaitu Batam, Bintan dan Karimun, dimana Bintan dan  Karimun FTZ nya dibawah pemerintah kabupaten, sementara Batam langsung dari pusat, ada apa …? kenapa Batam tidak seperti kedua daerah tersebut. Menurut Datuk Amat Tantoso untuk menghindari dualisme dikota Batam seharusnya BP Batam itu dibawah naungan Pemko Batam seperti daerah FTZ lainnya.

Datuk mengatakan ” jika hal ini tidak ditanggapi kita buat forum yang lebih besar yang melibatkan  puluhan organisasi dari kepemudaan dan masyarakat Batam untuk menyampaikan aspirasi ke pemerintah pusat. Saat ini sudah ada 58 organisasi yang siap mendukung.

Dari unsur pemuda Batam yang mengatasnamakan diri mereka Sahabat Indra mengatakan bahwasanya demi menyelamatkan ekonomi Batam, mereka setuju jika Hatanto dan 7 deputinya diganti, alasanya kepemimpinan Hatanto cs gagal meracik kota Batam karena tidak paham dengan kondisi Batam, contohnya saja pengurusan izin IPH sampai berbulan-bulan, bahkan ada yang 2 tahun, tutur Indra.

A.Zagoto

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top