HMSTimes - What Happened Today? Abaikan Rasa Keadilan, Ada Indikasi Kriminalisasi Wartawan | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Abaikan Rasa Keadilan, Ada Indikasi Kriminalisasi Wartawan

Abaikan Rasa Keadilan, Ada Indikasi Kriminalisasi Wartawan

HMSTime.com, KayongUtara/Ketapang – Ikwal terjadinya Kriminalisasi terhadap Wartawan dengan Pemberitaan Dugaan Korupsi Dana Pengadaan Koran di Pemerintah Kabupaten Ketapang, terhendus sejak dipanggilnya awak Media Kalbar Ali Yanto yang akrab di panggil Yan sebagai Saksi atas laporan dari Aspul atas tuduhan pencemaran Nama baik.

Ada kejanggalan dalam kronologis pelaporan yang di timpakan pada jurnalis Media Kalbar, dimana kasus itu berawal dari terbitnya pemberitaan “dugaan korupsi dana pengadaan koran” yang di akomodir oleh oknum humas Pemda Ketapang. Dugaan korupsi tersebut juga sudah di laporkan oleh Yan ke Polres tanggal 25/07/2016 yang di terima oleh Aiptu Joko Nugroho, namun sampai hari ini 20 maret 2018 laporan itu belum juga ada tidak lanjutnya.

Menurut Ali Yanto Kasus laporan oleh Aspul dengan tuduhan pencemaran nama baik atas dirinya yang di beritakan di Media Kalbar itu tidak mendasar.

” Laporan yang di lakukan oleh Aspul itu tidak mendasar, karena Pemberitaan sudah secara Kode etik Jurnalistik melalui Konfirmasi secara Lisan dan Surat dan 1 buah Bukti Dokumen-Rekaman dalam 1 Play disc telah diserahkan kepada Kepolisian Resor Ketapang Kalbar No: 157/MK-KTP/KALBAR/VII/2016 Tgl.18 Juli 2016 Penerima surat Joko Nugroho NRP.63110484, namun semua terasa aneh dan Penuh kejanggalan. Laporan Wartawan MK tidak di tanggapi dan di respon oleh pihak Penegak hukum Polres Ketapang Kalbar,” tutur Yan.

Tentang dugaan Korupsi Pengadaan koran yang di akomodir Oknum Humas Pemda Ketapang berinisial “AA” cepat di respon lanjut penuturan  Yan.

” AA melaporkan Saya (Jurnalis MK) ke Polres  Ketapang dengan Pencemaran Nama Baik. ’’Aneh Bin Ajaib di terima serta di respon Laporan Polisi Nomor: LP/422-B/XI/2016/Kalbar/Res Ketapang tertanggal 22 November 2016, laporan Aspul tentang pencemaran nama baik yang mengatakan wartawan membuat berita tanpa ada konfirmasi di terima mentah-mentah dan diterbitkan LP, sedangkan laporan wartawan tentang korupsi Aspul duluan masuk tapi tidak di gubris dan bukti photo dokumen pencatutan nama koran fiktif dan 1 buah Play disc yang berisi hasil Rekaman Konfirmasi dengan Aspul sebagai Bukti sanggahan atas laporan pencemaran nama baik yang dilaporkan Aspul juga sudah kita serahkan namun tidak di anggap dan di kesampingkan oleh penyidik Polres, seharusnya dengan adanya bukti sangahan rekaman konfirmasi tersebut sudah mementahkan laporan Aspul dan membuktikan bahwa Aspul membuat laporan palsu. Ada apa antara Pelapor dan Penyidik Polres seolah-olah mereka melakukan persekongkolan Kriminalisasi sekaligus Doktrin (pemaksaan suatu kasus) secara langsung dan terang-terangan terhadap Wartawan yang sudah membuktikan diri benar sesuai kode etik jurnalistik tapi dijadikan tersangka atas tuduhan yang tidak terarah serta tidak benar,” lanjut Yan.

Kemudian  Yan juga menceritakan saat dirinya di panggil penyidik Polres di kanit 1 sebagai saksi dirinya sempat mempertanyakan status dirinya yang di jadikan tersangka.

” Inikan pak Kanit kasus tahun 2015, kita yang melaporkan kasus dugaan korupsi pengadaan koran di Humas Pemda Ketapang dari tahun 2012 – 2016, kita yang bongkar kasus dan melaporkan sekaligus mengadukan, kenapa kita dijadikan saksi lanjut tersangka di tahun 2018 ? ini adalah suatu Intervensi. Dijawab P. MN Kanit I,” Ini tunggakan kasus dan Saya hanya Penyidik,” cerita Yan pula.

Menurut penuturan Yan, ini semua tunggakan kasus tahun 2015 di angkat tahun 2018. Artinya, ini semua intervensi terhadap wartawan sejak mencuatnya kasus kebun sawit BGA Group yang menggarap Hutan Lindung, Sempadan sungai dan Gusur Kuburan pemakaman Umum yang di angkat di Media MK.

Kenapa laporan atas dirinya bisa di respon, sedang laporan terhadap dugaan korupsi seolah di tutupi.

” Ada apa ini semua… kita membongkar kasus korupsi namun mengendap seolah di tutupi,  sedang laporan fitnah yang di buat Aspul yang mengatakan wartawan tanpa konfirmasi itu adalah kebohongan besar dan Fitnah namun dapat respon dan di akokodir dimana letak keadilan?” tegas Yan menutup ceritanya.

Ali.M

Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top